INILAHTASIK.COM | Kegiatan Diseminasi Program Bidang Kebahasaan dan Kesastraan digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, S.E., M., di Hotel Horison Tasikmalaya pada Senin 27 Juli 2026.
Kegiatan diikuti sebanyak 200 tenaga pendidik dari jenjang SD hingga SMA/SMK, penulis, serta pegiat bahasa dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Acara dibagi dua sesi, pagi dan siang masing-masing diikuti oleh 100 peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Ganjar Harimansyah, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan kali ini sebagai bentuk kemitraan antara Badan Bahasa dengan Komisi X DPR RI.
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan bahasa sangat penting dilakukan lantaran Bahasa merupakan unsur bangsa.
“Apalagi Bahasa Indonesia itu menunjukkan bangsa Indonesia. Sikap bahasa masyarakat masih perlu dibimbing, dibina, dan kemampuan bahasanya pun masih perlu dikembangkan,” jelasnya.
Ganjar menyebut, bahasa yang santun bisa menjadi alat komunikasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu guru diminta mampu murenahkeun bahasa sesuai kondisi.
Dirinya juga menyoroti kebiasaan masyarakat Sunda yang sering “gado-gado” saat berbicara, mencampur Bahasa Indonesia, Sunda, dan nonformal. “Guru agar bisa murenahkeun bahasa sesuai kondisi dan situasinya. ‘Baik’ sesuai kondisi, ‘benar’ sesuai kaidah,” tuturnya.
Sementara itu, Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta, yakni, fungsi Bahasa Indonesia sebagai pengantar pendidikan dan sarana pergaulan.
Lalu, katanya, tujuan berbahasa yaitu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemudian, manfaat Bahasa Indonesia sebagai simbol dan penegak kedaulatan negara, seperti peran KBRI di luar negeri.
Ferdiansyah memaparkan, strategi internasionalisasi yang targetnya Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional pada tahun 2045, dan juga masuk 5 besar bahasa paling yang banyak digunakan di dunia.
“Saat ini pengguna Bahasa Indonesia sudah 199 juta jiwa. Basis ini bisa diperkuat lewat kapitalisasi bahasa daerah di ASEAN seperti Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis dengan menyerap kosakatanya,” tuturnya.
Pihaknya sangat mendorong kolaborasi diaspora dan Badan Bahasa untuk membentuk komunitas “Kampung Indonesia” di luar negeri. Ia berharap seluruh peserta menjadi duta pembinaan kebahasaan dan kesastraan di lingkungannya masing-masing.











