INILAHTASIK.COM | Ratusan orang tua siswa yang anaknya diduga mengalami keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadiri pertemuan mediasi dengan pihak pengelola dapur MBG di Aula SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin 13 April 2026.
Pertemuan tersebut difasilitasi unsur Forkopimcam Cisayong, melibatkan Camat, Kapolsek, Danramil, perwakilan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), serta mitra penyedia makanan. Mediasi difokuskan pada penyelesaian persoalan serta tanggung jawab terhadap para siswa terdampak.
Camat Cisayong, Ayi Mulyana, menjelaskan bahwa forum ini menjadi ruang dialog antara orang tua dan pihak penyedia makanan guna mencapai kesepakatan bersama. Ia menyebut, pengelola dapur telah menyatakan kesiapan untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban.
“Pihak SPPG menunjukkan komitmen dengan menanggung biaya medis para siswa. Selain itu, mereka juga berjanji melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dapur,” ujar Ayi.
Ia menambahkan, insiden ini harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pengelola dapur MBG di wilayahnya. “Kami berharap ke depan standar kualitas, kebersihan, dan fasilitas bisa lebih ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Cisayong, AKP Hasan Basri, mengungkapkan bahwa suasana mediasi berlangsung kondusif dan para orang tua memilih jalur musyawarah. Di sisi lain, pihak pengelola juga mengakui adanya kekurangan dalam prosedur operasional mereka.
“Para orang tua menerima penjelasan yang disampaikan, dan tidak ada laporan resmi ke kepolisian. Semua sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, menerima bahwa apa yang terjadi ini adalah musibah,” jelas Hasan.
Ia juga menegaskan bahwa operasional dapur MBG tersebut untuk sementara dihentikan berdasarkan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Dapur masih disuspensi dan belum boleh beroperasi sampai seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi,” tegasnya.
Sejak kejadian mencuat, aparat kepolisian telah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal, termasuk pengawalan rujukan salah satu siswa ke RSUD KHZ Musthafa.
Di sisi lain, perwakilan pengelola dapur, Wakil VIC Dapur SPPG Cisayong 1 Yayasan Salman, Karel Virlan Latupeirisa, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan tanggung jawab kemanusiaan meski penyebab pasti masih dalam proses investigasi medis.
“Seluruh biaya pengobatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, sudah kami tanggung. Kami juga telah memberikan santunan kepada keluarga yang terdampak,” ungkap Karel.
Ia menambahkan, sejak beberapa hari terakhir dapur MBG telah menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu. “Kami fokus melakukan pembenahan sarana dan prasarana yang masih kurang. Operasional baru akan berjalan kembali setelah semua dinyatakan layak,” pungkasnya.











