Lewat Program KANCIL, Finalis Duta Baca Tasikmalaya Ajak Anak Belajar Literasi Sambil Bermain

INILAHTASIK.COM – Calon Finalis Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya, Resi Resviani, meluncurkan program gerakan literasi bertajuk KANCIL (Kelas Anak Cerdas dan Inspiratif Literasi) di Madrasah Diniyah Miftahul Falah, Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (3/7/2026).

Program tersebut menyasar siswa kelas IV dan V madrasah diniyah dengan pendekatan fun learning atau belajar sambil bermain. Melalui metode itu, peserta diajak mengenal kegiatan membaca dengan cara yang lebih interaktif agar minat literasi dapat tumbuh sejak usia dini.

Resi mengatakan KANCIL lahir sebagai upaya menghadirkan pembelajaran literasi yang lebih menyenangkan sehingga anak-anak tidak menganggap membaca sebagai aktivitas yang membosankan.

“Kehadiran program KANCIL didasari oleh kesadaran mendalam akan pentingnya membangun fondasi literasi sejak dini lewat pendekatan yang ramah anak. Harapan terbesar saya, dengan adanya program KANCIL api semangat membaca anak-anak di Diniyah Miftahul Falah akan terus menyala demi terciptanya generasi masa depan yang cerdas, berani, dan berprestasi,” ujarnya.

Kegiatan dibagi ke dalam tiga tahapan, yakni membaca dan mendengarkan dongeng sebagai pengenalan literasi, mengerjakan lembar aktivitas kreatif serta menulis puisi sederhana, kemudian mempresentasikan hasil karya di depan teman-temannya sebagai latihan membangun kepercayaan diri.

Menurut Resi, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sehari. Ia telah menyiapkan sejumlah rencana lanjutan, di antaranya pembentukan Pojok Baca KANCIL, pengembangan podcast anak bertajuk KANCIL Pod-Story, penyelenggaraan Festival Literasi KANCIL, hingga penyusunan buku antologi puisi karya peserta.

Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, pemerintah desa, hingga pegiat literasi di Kecamatan Cigalontang.

Guru Madrasah Diniyah Miftahul Falah, Ai Syayidah, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan anak-anak.

“Bagus, semoga program ini menjadi penyemangat untuk anak-anak rajin membaca,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Lembaga Miftahul Falah, Ade Sofyan, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi peserta didik karena memperkenalkan pentingnya budaya membaca sejak dini.

Sementara itu, Bunda Literasi Desa Tenjonagara, Endang Puji Astuti, menyebut pendekatan belajar sambil bermain menjadi salah satu cara yang efektif untuk membangun minat baca anak sesuai dengan usia mereka.

Melalui kolaborasi antara penggerak literasi, tenaga pendidik, dan pemerintah setempat, program KANCIL diharapkan dapat terus berlanjut sebagai salah satu upaya membangun budaya membaca sekaligus mengembangkan kreativitas anak-anak di Kabupaten Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *