Belajar Tak Lagi Sekadar di Kelas, SDN Palawija Kenalkan Literasi Digital dan Budaya Baca

INILAHTASIK.COM – SDN Palawija, Rabu (12/8/2026), menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswanya. Dalam satu rangkaian kegiatan, siswa tidak hanya diajak memperluas wawasan melalui buku, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Suasana edukatif tersebut semakin menarik dengan hadirnya Duta Motivator Pendidikan Indonesia, Raihan Muhamad Aldizar, yang secara khusus memberikan materi kepada siswa kelas VI melalui program Digital Smartpreneur Kids.

Di sisi lain, Perpustakaan Keliling Kabupaten Tasikmalaya juga menyambangi sekolah tersebut. Layanan ini dapat dinikmati seluruh siswa, mulai dari kelas I hingga kelas VI, sehingga kegiatan literasi menjangkau semua jenjang di SDN Palawija.

Mengenalkan Sisi Positif Dunia Digital

Di hadapan siswa kelas VI, Raihan mengajak anak-anak melihat teknologi dari sudut pandang yang lebih luas. Perangkat digital dan media sosial, menurutnya, tidak semestinya hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat digunakan untuk belajar, menghasilkan karya, mengasah kemampuan, bahkan membuka wawasan mengenai berbagai profesi masa depan.

Materi yang disampaikan mengangkat tema “Membangun Literasi Digital, Bijak Bermedia Sosial, dan Menggali Potensi untuk Masa Depan”.

Dengan pendekatan interaktif, siswa dikenalkan pada pentingnya literasi digital. Mereka diajak memahami cara menggunakan teknologi dan informasi secara cerdas, aman, kritis, serta tetap bertanggung jawab.

Lima sikap turut ditekankan kepada para siswa dalam menggunakan teknologi, yakni cerdas, aman, sopan, bertanggung jawab, dan produktif.

Mengenali Risiko Sebelum Berselancar di Internet

Tidak hanya membahas manfaat teknologi, siswa juga diajak memahami berbagai risiko yang mungkin ditemui ketika berada di ruang digital.

Raihan memberikan pemahaman mengenai hoaks, cyberbullying, hingga jejak digital. Para siswa diingatkan agar tidak mudah mempercayai sebuah informasi hanya karena sedang viral atau banyak dibagikan di media sosial.

Sebelum meneruskan informasi kepada orang lain, siswa diarahkan untuk memeriksa sumber berita, memperhatikan tanggal informasi dan membandingkannya dengan sumber lain.

Pesan tersebut menjadi bagian penting agar sejak usia sekolah anak-anak terbiasa bersikap kritis dan tidak sembarangan dalam menggunakan media digital.

Potensi Anak Bisa Menjadi Bekal Masa Depan

Selain berbicara mengenai teknologi, kegiatan Digital Smartpreneur Kids juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali kemampuan yang ada dalam diri mereka.

Raihan mendorong siswa untuk tidak ragu mencoba berbagai bidang. Kemampuan menggambar, membaca, menulis, berbicara, membuat video, menggunakan teknologi, bermain game hingga olahraga dapat menjadi potensi apabila terus dilatih dan dikembangkan.

“Tidak semua anak harus hebat di bidang yang sama. Yang penting adalah kenali, latih, dan kembangkan potensimu,” menjadi salah satu pesan motivasi yang disampaikan kepada siswa.

Anak-anak juga diperkenalkan dengan sejumlah profesi yang berkembang di dunia digital, mulai dari content creator, YouTuber, gamer profesional, digital marketer hingga desainer digital.

Konsep affiliate marketing pun diperkenalkan secara sederhana sebagai salah satu contoh aktivitas di dunia digital. Namun, siswa diingatkan bahwa aktivitas yang berkaitan dengan akun, transaksi maupun penghasilan harus dilakukan dengan pendampingan orang tua atau wali.

Buku Tetap Menjadi Jendela Pengetahuan

Jika siswa kelas VI mendapatkan wawasan tentang dunia digital, siswa dari kelas I sampai kelas VI memperoleh kesempatan untuk menjelajahi pengetahuan melalui layanan Perpustakaan Keliling Kabupaten Tasikmalaya.

Kehadiran mobil perpustakaan menjadi daya tarik tersendiri. Beragam koleksi buku yang dibawa memungkinkan siswa memilih bacaan berdasarkan ketertarikan masing-masing.

Para siswa terlihat antusias melihat koleksi, memilih buku, kemudian membaca di sela kegiatan. Pengalaman tersebut memberikan suasana belajar yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di dalam kelas.

Keberadaan perpustakaan keliling sekaligus menjadi sarana untuk membangun kebiasaan membaca dan menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Dua Bentuk Literasi dalam Satu Kegiatan

Rangkaian kegiatan di SDN Palawija mempertemukan dua bentuk literasi yang sama-sama penting bagi perkembangan anak.

Literasi digital membekali siswa agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan sikap bijak. Sementara literasi melalui buku membantu anak memperluas pengetahuan, imajinasi, dan wawasan.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan, baik ketika mengikuti penyampaian materi dari Raihan maupun saat memilih dan membaca buku yang tersedia di Perpustakaan Keliling Kabupaten Tasikmalaya.

Bagi SDN Palawija, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan dan kebutuhan anak-anak masa kini.

Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadi anak yang gemar membaca, tetapi juga mampu menggunakan teknologi untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan kemampuan diri.

Mempersiapkan Anak Menghadapi Masa Depan

Kegiatan yang berlangsung pada 12 Agustus 2026 ini menjadi pengalaman pembelajaran yang memadukan perkembangan teknologi dengan budaya literasi.

Siswa kelas VI mendapatkan bekal mengenai cara bersikap di ruang digital sekaligus didorong untuk mulai mengenali potensi dan peluang yang dapat mereka kembangkan. Pada saat yang sama, seluruh siswa SDN Palawija memperoleh ruang untuk memperkaya pengetahuan melalui buku.

Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi SDN Palawija yang kreatif, gemar membaca, berkarakter, mampu menggunakan teknologi secara bijak, serta berani mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sebab, menghadapi masa depan tidak cukup hanya dengan mampu menggunakan teknologi. Anak-anak juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kemauan untuk terus belajar, keberanian berkarya, dan kesadaran untuk menggunakan teknologi maupun pengetahuan yang dimiliki bagi hal-hal yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *