Alumni Ohan Hafiz Bidik Beasiswa ke Jerman, Viman Siapkan Fasilitasi

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Ketua DPRD dan sejumlah tokoh agama saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Komplek Olahraga Dadaha. Kamis (22/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Program Ohan Hafiz (One Kelurahan One Hafiz) yang digulirkan Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak hanya diarahkan untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi para santri, termasuk peluang melanjutkan studi ke luar negeri.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendampingi generasi muda, khususnya para penghafal Al-Qur’an, agar mampu mengembangkan potensi diri dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Hal itu disampaikan Viman setelah menghadiri puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kota Tasikmalaya, Kamis 22 Oktober 2026.

Menurut Viman, keberhasilan program pembinaan santri tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menghafal Al-Qur’an. Para peserta juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mengakses pendidikan yang dapat menunjang masa depan mereka.

“Melalui Ohan Hafiz, pemerintah hadir untuk memfasilitasi generasi muda Tasikmalaya, terutama para penghafal Al-Qur’an. Kami ingin setelah lulus, mereka tidak berhenti sampai di situ, tetapi bisa melanjutkan pendidikan yang lebih baik dan memiliki wawasan internasional,” kata Viman.

Komitmen tersebut mulai diarahkan pada pendampingan alumni yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Viman mengungkapkan, salah seorang alumni Ohan Hafiz tengah berupaya mendapatkan beasiswa untuk menempuh studi di Jerman.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, berupaya membantu alumni tersebut mempersiapkan diri agar memenuhi persyaratan beasiswa dan memiliki peluang diterima di perguruan tinggi yang diinginkan.

“Kami berusaha memfasilitasi proses untuk mendapatkan beasiswanya, bukan membiayai biaya hidupnya di sana. Persiapan bahasa dan dukungan lainnya kami dorong terlebih dahulu, supaya yang bersangkutan lebih siap meraih beasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung masa depan santri. Ia ingin para penghafal Al-Qur’an memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, meraih prestasi, dan membawa pengetahuan yang diperoleh untuk kemajuan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya membekali santri dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Selain memperkuat nilai agama, santri perlu menguasai teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, dan mampu berkompetisi di tengah perubahan global.

“Santri sekarang harus bisa mendunia, menguasai teknologi, dan menjadi entrepreneur. Pemerintah harus hadir agar mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya.

Dari sisi pelaksanaan, angkatan pertama program Ohan Hafiz telah menyelesaikan pendidikannya. Sementara itu, angkatan kedua mulai dijalankan dengan sasaran yang tersebar di 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya.

Viman menyebutkan, sekitar 80 persen kebutuhan peserta telah terpenuhi melalui proses seleksi. Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan peserta yang mengikuti program sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Ia berharap program Ohan Hafiz dapat menjadi salah satu jalur pengembangan sumber daya manusia di Kota Tasikmalaya, sekaligus memperluas kesempatan para santri untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Viman menilai, semangat perjuangan santri pada masa kemerdekaan perlu diteruskan melalui kontribusi nyata di masa kini. Jika generasi terdahulu berjuang untuk merebut kemerdekaan, generasi santri sekarang diharapkan mampu mengisinya dengan ilmu pengetahuan, inovasi, dan karya yang bermanfaat.

“Santri dahulu turut berjuang untuk kemerdekaan. Sekarang, santri harus mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan, beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dan ikut membangun Indonesia. Ohan Hafiz kami harapkan menjadi pintu masuk bagi mereka untuk meraih pendidikan yang lebih luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *