Hidup Sebatangkara di Gubuk Reyot, Mak Supiah Luput dari Perhatian Pemkot Tasikmalaya 

INILAHTASIK.COM | Mak Supiah, seorang lansia berusia 80 tahun, warga Tambir Lapang RT 01 RW 05 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Ia tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot berukuran 2×4 meter yang sudah tidak layak huni. Gubuk tersebut tidak memiliki fasilitas dasar yang memadai, seperti listrik dan air bersih. 

Meskipun hidup dalam kondisi yang sangat terbatas, Mak Supiah tetap berusaha menjalani hidupnya dengan penuh semangat. Untuk memenuhi kebutuhan makan harian, Mak Supiah menanti pemberian para tetangga. 

Namun, yang lebih memprihatinkan, Mak Supiah luput dari perhatian pemerintah. Ia tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah, baik itu bantuan sosial maupun bantuan kesehatan. Kondisi ini membuat Mak Supiah harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Hari ini kami mendapatkan kembali potret seorang lansia di Kota Tasikmalaya yang hidup sebatangkara di sebuah gubuk reyot berukuran 2×4 meter, yang sudah tidak layak huni. Ironinya lagi, ia tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah,” tutur Iwan Restiawan, Dewan Pembina Yayasan Padi, usai menyerahkan bantuan beras ke rumah Mak Supiah, Jumat 25 Juli 2025.

Kisah Mak Supiah merupakan potret nyata dari banyak lansia di Kota Tasikmalaya yang hidup dalam kemiskinan dan keterasingan. Mereka seringkali luput dari perhatian pemerintah dan masyarakat, sehingga kebutuhan dasar mereka tidak terpenuhi. 

“Oleh karena itu, perlu ada perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu para lansia seperti Mak Supiah, agar mereka dapat hidup dengan lebih sejahtera dan bermartabat,” ujar Iwan. 

Untuk membantu meringankan kebutuhan harian Mak Supiah, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera menyerahkan bantuan beras sebanyak 25 kilogram, dan sejumlah uang tunai untuk membeli kebutuhan sehari-hari. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Kawalu mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP M Faruk Rozi SIK, Lurah Karanganyar, tokoh masyarakat, serta pengurus Yayasan Padi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *