INILAHTASIK.COM | Di usianya yang baru 6 tahun, seorang anak perempuan asal Tasikmalaya bernama Reika Amaira Reimundo mencatatkan sejarah kecil yang membanggakan. Ia dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang internasional World Mathematics Invitational (WMI), yang berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2025. Sebuah kompetisi bergengsi yang diikuti oleh anak-anak jenius dari 23 negara di dunia.
Lahir pada tahun 2018, Reika kini duduk di bangku Kindergarten (TK) di Global Inbyra School, Tegal. Ia adalah putri dari pasangan Raynaldo Ferrari Reimundo dan Reni Nurani, yang sejak kecil telah mengenalkan Reika pada dunia angka dan logika.
Hasilnya tak main-main, Reika menjadi salah satu peserta termuda dari Indonesia yang berhasil lolos seleksi nasional dan tampil di panggung matematika dunia.
Apa Itu WMI?
World Mathematics Invitational (WMI) adalah kompetisi matematika internasional yang mempertemukan siswa siswa berbakat dari berbagai negara. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan soal-soal kompleks melalui tes tertulis individu maupun kompetisi tim.
WMI tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga bertujuan menumbuhkan pemikiran logis, kemampuan analitis, serta semangat kolaborasi dan pertukaran budaya antarbangsa.
Peserta yang terpilih bukan sembarang siswa. Mereka adalah hasil seleksi ketat di tingkat sekolah atau nasional. Maka dari itu, kehadiran Reika dalam ajang ini menjadi prestasi luar biasa, apalagi di usianya yang masih sangat belia.
Prestasi yang Bukan Sekadar Angka
Di saat sebagian besar anak seusianya masih akrab dengan mainan dan dongeng, Reika sudah memeluk matematika sebagai sahabat. Ia menyukai tantangan logika, pola, dan teka-teki angka.
Di rumah, buku-buku berhitung menjadi kesenangan, bukan beban. Semangat belajarnya lahir bukan dari tekanan, tetapi dari rasa ingin tahu yang alami dan didampingi penuh kasih oleh kedua orang tuanya.
“Reika itu tidak pernah dipaksa. Dia justru penasaran dan terus bertanya,” ujar ibunya, Reni Nurani.
“Kami hanya mengarahkan dan memberi ruang,” sambungnya.
Dari Kota Kecil untuk Dunia
Kehadiran Reika di ajang internasional, bukan sekadar membawa nama sekolah atau kota asal. Ia membawa citra Indonesia sebagai negara dengan generasi muda penuh potensi. Di tengah dominasi peserta dari negara-negara maju seperti Korea, Taiwan, Tiongkok, dan Amerika Serikat, Reika membuktikan bahwa anak-anak Indonesia mampu bersaing secara global, asal diberi kesempatan dan dukungan.
“Reika menunjukkan kepada kita bahwa kecerdasan bisa tumbuh di mana saja, bahkan dari kota kecil seperti Tasikmalaya,” ujar salah satu pengamat pendidikan.
Harapan dari Generasi Kecil
Kisah Reika menjadi inspirasi bagi banyak pihak, guru, orang tua, dan anak-anak Indonesia. Ia adalah simbol harapan, bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tapi juga oleh investasi pada generasi muda yang berpikir, bermimpi, dan berani melangkah jauh.
Dengan pencapaian ini, Reika Amaira Reimundo bukan hanya sekadar peserta kompetisi matematika. Ia adalah wakil dari semangat anak Indonesia yang ingin dikenal bukan karena sensasi, tapi karena prestasi.











