INILAHTASIK.COM | Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam pembangunan sosial, budaya, dan agama. Namun, saat ini remaja dihadapkan pada berbagai tantangan yang cukup kompleks, mulai dari pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, hingga maraknya penyalahgunaan narkoba dan tindak kekerasan.
Kegelisahan ini semakin nyata ketika nilai-nilai keagamaan dan budaya mulai tergeser oleh arus modernisasi yang kurang terkontrol.
Di sisi lain, remaja masih sangat membutuhkan ruang ekspresi yang positif dan konstruktif untuk menyalurkan bakat, minat, serta energi mereka. Kegiatan yang mampu menggabungkan unsur seni dan olahraga dengan nilai-nilai Islami menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk memberikan dampak positif.
Melalui kegiatan Festival Olah Raga dan Seni Islami (FORSA) II Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Kota Tasikmalaya, remaja tidak hanya dapat mengembangkan potensi diri, tetapi juga memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Steering Committee FORSA II, Davi Dzulfiqar SE mengatakan, FORSA II hadir sebagai upaya nyata untuk menjawab kegelisahan tersebut. Remaja di Tasikmalaya yang memiliki minat dan kemampuan dapat menyalurkannya melalui kegiatan ini.
“Berbeda dengan pelaksanaan FORSA sebelumnya, tahun ini ada tambahan tiga mata lomba, diantaranya lomba Tahfidz, Lomba Video Kreatif Andai Aku Jadi Wali Kota (TK/SD), dan video kreatif perencanaan bisnis (SMP),” tuturnya.
Tak hanya itu, FORSA II 2025, tetap akan diramaikan dengan lomba hadroh jenjang SMA/MA dan pesantren, lomba melukis/mewarnai untuk jenjang SD/SMP, serta mobile legend untuk SMP.
Kegiatan ini, kata Davi, dirancang untuk menjadi wadah yang memfasilitasi remaja dalam menyalurkan kreativitas dan bakat mereka melalui berbagai cabang seni dan olahraga yang berlandaskan nilai-nilai Islami.
Selain itu, lanjut dia, FORSA II juga bertujuan untuk membangun karakter remaja yang religius, disiplin, dan berjiwa sportif, sehingga mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak.
“Dengan latar belakang tersebut, penyelenggaraan FORSA II diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk remaja yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan penuh nilai kebaikan,” tutup Davi, kepada wartawan, Rabu 8 Oktober 2025.











