INILAHTASIK.COM | Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengungkapkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki 1.440 pesantren yang tersebar di 351 desa dan 39 kecamatan.
Jumlah tersebut menjadikan Tasikmalaya sebagai salah satu daerah dengan ekosistem pendidikan keagamaan terbesar di Jawa Barat, sekaligus menguatkan julukannya sebagai Kota Santri.
Hal itu disampaikan Cecep dalam acara Leadership Forum CNN Indonesia: Pilar Nusantara Penopang Asta Cita yang digelar di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa 14 Oktober 2025.
“Tasikmalaya ini sering disebut sebagai Kota Santri karena memang di wilayah kami terdapat 1.440 pesantren,” ujar Cecep.
Bupati menjelaskan, keunggulan Tasikmalaya sebagai daerah religius turut menjadi dasar dalam penyusunan visi dan misi pemerintah daerah. Pihaknya mengusung arah pembangunan yang sejalan dengan visi nasional, yakni menjadikan masyarakat religius, adil, dan makmur.
“Dari keunggulan wilayah dan sejarah keislaman yang panjang, kami tetapkan visi daerah Tasikmalaya yang religius, Islami, adil, dan makmur. Hampir sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.
Cecep menuturkan, sejumlah pesantren di Tasikmalaya memiliki nilai historis tinggi, seperti Pesantren Suryalaya, Cipasung, hingga Pamijahan yang telah menjadi pusat pendidikan Islam selama puluhan tahun. Selain itu, potensi geografis Tasikmalaya juga mendukung pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki luas wilayah sekitar 270 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 ribu hektare merupakan kawasan hutan, sementara 20 ribu hektare di antaranya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif.
“Maka, fokus utama pembangunan daerah kami berada di sektor pertanian dan pariwisata,” ujar Cecep.











