BTPN Syariah Catat Laba Rp655 Miliar pada Semester I 2026, Pembiayaan Tumbuh 9 Persen

Community Officer (CO) atau yang dikenal sebagai #bankirpemberdaya tengah memberikan pendampingan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mendapat akses keuangan dari BTPN Syariah.

INILAHTASIK.COM | Memasuki usia ke-12 tahun, PT Bank BTPN Syariah Tbk terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya pelaku usaha ultra mikro. Hingga semester pertama 2026, bank syariah tersebut membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 9 persen secara tahunan (year on year/YoY), yang ditopang oleh kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.

Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan kualitas pembiayaan menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, kondisi tersebut juga mencerminkan semakin baiknya kemampuan nasabah dalam mengelola usaha berkat pendampingan yang dilakukan secara konsisten.

“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ujar Fachmy dalam keterangan resminya, Rabu 29 Juli 2026.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar. Sementara itu, total aset mencapai Rp23 triliun, atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi penyaluran dana, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp11 triliun, tumbuh 9 persen secara tahunan. Kinerja tersebut juga didukung rasio keuangan yang tetap kuat, dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen.

Selain mempertahankan fokus pada pembiayaan kelompok ultra mikro, BTPN Syariah juga mulai memperluas sumber pertumbuhan melalui pembiayaan nonkomunitas, seperti pinjaman individu dan pembiayaan kepada lembaga nonkeuangan.

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat struktur bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih beragam.

Menurut Fachmy, keberhasilan bank tidak hanya diukur dari capaian finansial, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup para nasabah.

“Kualitas pembiayaan bukan hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kapasitas dan daya tahan nasabah dalam mengembangkan usahanya,” katanya.

Selama 12 tahun terakhir, BTPN Syariah tidak hanya memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal, tetapi juga melakukan pendampingan melalui penguatan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).

Program pemberdayaan tersebut dijalankan oleh para Community Officer (CO) atau yang dikenal sebagai #bankirpemberdaya, yang bertugas mendampingi keluarga prasejahtera produktif di berbagai daerah agar mampu mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

BTPN Syariah juga menempatkan perempuan sebagai fokus utama pemberdayaan. Bank meyakini bahwa peningkatan kapasitas perempuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan internal perusahaan, program pendampingan tersebut menunjukkan hasil positif. Jumlah nasabah yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem terus mengalami penurunan, sementara jumlah keluarga nasabah yang mampu menyekolahkan anak-anaknya terus meningkat.

Dengan strategi tersebut, BTPN Syariah optimistis dapat terus memperluas dampak sosial sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *