380 KK di Cikubang Taraju Kesulitan Air, FK Tagana Bergerak Salurkan 18 Ribu Liter

Warga terdampak kekeringan di Desa Cikubang Taraju tengah mengantri bantuan air bersih yang di distribusikan oleh Tagana Kab. Tasikmalaya bersama pemerintah desa Cikubang. Selasa (11/8/2026). Foto | Dok. Tagana

INILAHTASIK.COM | Kekeringan mulai menekan kebutuhan dasar warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Di Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, sekitar 380 kepala keluarga (KK) mendapat bantuan air bersih setelah sumber air warga mengalami keterbatasan.

Sebanyak 18.000 liter air bersih didistribusikan Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya bersama Pemerintah Desa Cikubang, Selasa 11 Agustus 2026.

Air bersih tersebut disebar ke sejumlah titik yang menjadi lokasi warga terdampak, di antaranya Kampung Legokkalapa RT 48 dan RT 35 RW 11, Kampung Babakansari RT 44 RW 07, Kampung Sindangsari RT 36/RW 11, Kampung Babakan Lame RT 47/RW 01 serta Kampung Pasir Awi RT 011/RW 003.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan langkah cepat untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kemarau.

“Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar. Ketika sumber air warga mulai sulit, kami bersama pemerintah desa berupaya hadir agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Jembar.

Menurut Jembar, distribusi air dilakukan dengan menyasar titik-titik yang dinilai membutuhkan pasokan paling mendesak. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari respons pihaknya terhadap dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.

“Sebanyak 18 ribu liter kami salurkan ke beberapa titik di Desa Cikubang. Kurang lebih 380 KK menerima manfaat dari bantuan ini,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sesaat. Koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait perlu diperkuat untuk memetakan kebutuhan air apabila kondisi kemarau terus berlangsung.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa. Kalau kebutuhan masyarakat masih tinggi, tentu harus ada langkah lanjutan supaya persoalan air bersih ini tidak sampai mengganggu aktivitas warga,” ucapnya.

Jembar memastikan penyaluran air bersih akan terus menjadi bagian dari respons kemanusiaan selama masyarakat masih menghadapi dampak kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *