Atasi Persoalan TPA Ciangir, Wahid: Tunggu Langkah Konkret Instansi Terkait

INILAHTASIK.COM | Gabungan Komisi II, III dan IV DPRD Kota Tasikmalaya menerima audiensi mahasiswa yang tergabung dalam Indonesia Green Movement, ruang Badan Musyawarah DPRD, Rabu 16 Juli 2025. Nampak hadir Wakil Ketua DPRD H Wahid SPd, Kepler Sianturi, bersama sejumlah anggota DPRD lainnya. 

“Ini bagian dari ikhtiar untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tasikmalaya, terutama dampak dari pencemaran TPA Ciangir. Kita tunggu langkah konkret dari instansi terkait dalam mengatasi persoalan ini seperti apa, dan kawan kawan mahasiswa dapat memantau langsung bagaimana upaya yang dilakukan,” kata H Wahid, kepada wartawan, usai menerima audiensi. 

Menurutnya, keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Ciangir, tak hanya menyisakan persoalan pencemaran terhadap lingkungan, namun lebih dari itu. Warga yang mempunyai sawah dan kolam ikan tak bisa melakukan aktivitas pertanian dengan normal, lantaran kondisi air yang tercemar. 

“Tidak dipungkiri, kita akui dampak dari adanya TPA Ciangir ini imbasnya kemana mana, mulai dari pertanian, perikanan, hingga mengancam kesehatan warga sekitar,” ujarnya. 

Kemudian, lanjut dia, hasil temuan rekan rekan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, bahwa hasil pertanian warga menurun drastis, disinyalir dampak dari pencemaran TPA Ciangir dimana sumber airnya diambil dari sungai Cipajaran yang sudah jelas terkontaminasi. 

Tak hanya itu, kata Wahid, lembaga pendidikan sekolah dasar, yang posisinya tidak jauh dari TPA juga terkena dampak. Anak didik di sekolah tersebut harus terbiasa menghirup bau menyengat dari sampah. 

Selain harus terbiasa dengan bau sampah, fasilitas pendidikan yang ada pun kurang perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya.

“Alhamdulillah tahun ini sudah dialokasikan anggaran untuk pembangunan disekitar TPA, terutama pemeliharaan dan pembenahaan TPA Ciangir, salah satunya perbaikan IPAL,” tuturnya. 

“Begitu pun dengan perbaikan Sekolah Dasar Negeri Ciangir, tahun ini pihak Dinas Pendidikan sudah merencanakan rehabilitasi ruang kelas, benteng sekolah, dan rehab toilet,” sambung Wahid. 

Konsentrasi alokasi anggaran untuk pembenahan TPA Ciangir, merupakan bagian dari perhatian dan keberpihakan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama DPRD dalam menyikapi persoalan yang timbul di lokasi tempat pembuangan akhir sampah tersebut. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *