INILAHTASIK.COM | Mangkrak sejak tahun 2022, pembangunan gedung poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya kabarnya bakal dilanjutkan. Hal itu disampaikan Direktur Utama RSUD dr Soekardjo, dr H Budi Tirmadi, kepada wartawan, disela kegiatan peringatan hari jadi ke 100 tahun RSUD, Kamis 24 Juli 2025.
Ia menyebut, pekerjaan rumah terbesar pihaknya saat ini adalah persoalan infrastruktur rumah sakit yang perlu perbaikan, termasuk pembangunan lanjutan gedung poliklinik. Keterbatasan kemampuan internal rumah sakit, pihaknya hanya bisa melakukan perbaikan yang sifatnya terjangkau.
“Mudah mudahan tidak meleset lagi. Rencananya pembangunan lanjutan gedung poliklinik yang sudah tertunda sejak tahun 2022, akan dilanjut di tahun 2026 mendatang,” kata Budi.
Selian itu, saat ini pihaknya juga sedang membenahi kaitan dengan skala rawat inap standar. Sesuai arahan Kementrian Kesehatan bahwa gedung rawat inap di rumah sakit harus memenuhi kelas ruang rawat inap standar.
Komitmen Tingkatkan Layanan
Tak hanya fokus membenahi infrastruktur rumah sakit, Budi juga mengajak semua jajaran Direksi, Managemen, serta seluruh pegawai RSUD, maupun para direktur RS Swasta, dan Puskesmas, untuk sama sama bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebab pihaknya tidak bisa bergerak sendiri.
“Kami berupaya agar semua masyarakat yang datang untuk berobat ke RSUD dr Soekardjo bisa kami layani dengan baik dan optimal,” ucap Budi.
Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan regional, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada harus lebih unggul dibanding RS lainnya di Kota Tasikmalaya.
Budi mengakui bahwa hal itu masih sangat terbatas. Dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM, pihaknya mendorong para dokter untuk menlanjutkan pendidikan kembali dan dibiayai oleh rumah sakit. Yang tadinya dari Dokter Spesialis menjadi Sub Spesialis.
Ia menyebut, selain SDM yang unggul, sebagai RS rujukan regional juga harus memiliki layanan unggulan. “Saat ini masih sangat terbatas. Namun kalau melihat banyaknya rujukan yang masuk, yaitu bedah saraf, dimungkinkan bedah saraf menjadi layanan unggulan RSUD dr Soekardjo,” kata Budi.
Kedepan, pihaknya juga akan membuka layanan cateterisasi jantung. “Sedang kita persiapkan, baik itu SDM nya maupun sarananya. Ditargetkan paling lambat tahun 2026, layanan cateterisasi jantung sudah mulai berjalan,” tuturnya.











