9 Tahun Mengabdi, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera Tetap Komitmen Bantu Masyarakat Kurang Mampu 

INILAHTASIK.COM | 18 Agustus 2016 menjadi tonggak bersejarah dalam gerakan sosial yang dijalankan Lembaga Sawadaya Masyarakat Peradaban Demokrasi Indonesia (LSM PADI). 18 Agustus 2025 melengkapi 9 tahun perjalanan aksi sosial yang masih konsisten dilaksanakan hingga hari ini. 

Gerakan sosial yang kini berada dibawah naungan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera itu, terus berupaya menyasar masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan. 

Setiap amanah yang dititipkan melalui Yayasan Padi disalurkan kepada penerima yang berhak mendapatkan bantuan. Pihak Yayasan memastikan bahwa penerima bantuan adalah warga kurang mampu. 

Gerakan sosial yang fokus pada Anak Yatim, Fakir Miskin dan Jompo itu, akan terus dijalankan demi membantu mereka yang membutuhkan. 

“Tidak banyak jumlah warga yang bisa kita bantu, namun setidaknya gerakan kecil ini dapat mengurangi beban saudara kita yang kurang mampu di hari itu,” tutur Iwan Restiawan, Dewan Pembina Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, kepada wartawan, usai santunan rutin di Sekretariat Yayasan, Jumat 8 Agustus 2025.

Ia mengaku tak menyangka bahwa gerakan sosial yang dijalankannya akan sampai sejauh ini. Menurutnya, 9 tahun bukan waktu yang singkat untuk tetap bisa menjaga konsistensi dalam sebuah gerakan sosial.

“Alhamdulillah, sembilan tahun ini adalah anugerah sekaligus amanah besar. Kami tidak mungkin bertahan tanpa dukungan para donatur, relawan, dan masyarakat yang percaya pada misi kami. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” ucapnya.

Iwan mengisahkan perjalanan awal aksi sosial yang dilakoninya. Bermula dari keresahan hatinya yang menyaksikan seorang jompo bersama dengan cucunya kelaparan karena tak ada bahan makanan yang bisa dikonsumsi. 

“Hari itu batin saya dibuat sedih dan marah, menyaksikan seorang perempuan renta yang mengaku tengah memasak, namun api dari tungku tak menyala. Karena penasaran, lantas saya buka wajan yang digunakan memasak, ternyata tidak ada isinya. Seketika saya langsung panggil istri membawakan bahan makanan untuk dimasak si Nenek,” terang Iwan. 

Lebih mirisnya lagi, kata Iwan, sang nenek yang hari itu tengah menahan lapar bersama cucunya, tinggal tak jauh dari rumah anggota DPRD Kota Tasikmalaya. Namun sang wakil rakyat menutup mata atas kondisi yang dihadapi si nenek.

Sejak saat itu, Ia bertekad untuk terus melakukan aksi kebaikan melalui gerakan sosial santunan untuk Anak Yatim, Fakir Miskin dan Jompo. 

“Apa yang saya lihat dan alami adalah salah satu potret dari sekian banyak warga jompo di Tasikmalaya yang menghadapi kesulitan ekonomi dan perlu kita bantu,” ujarnya. 

Dengan semangat gotong royong, pihaknya menegaskan komitmen untuk hadir bukan sekadar sebagai penyalur bantuan, melainkan sebagai penguat semangat dan energi kebaikan di tengah masyarakat.

“Kami ingin YPNS tetap menjadi jembatan kebaikan yang amanah, transparan, dan memberi dampak nyata. Harapan kami, gerakan ini semakin besar, semakin luas, dan semakin membawa manfaat bagi umat,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *