INILAHTASIK.COM | Kisah tragis dialami oleh Mak Komoh (85), seorang lansia warga RT 001 RW 014 Bantar Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya yang tinggal sendirian di rumahnya. Ia tidak memiliki sanak saudara sama sekali dan hidup dalam kondisi lumpuh, bahkan aktivitas buang air kecil dan besar pun di dalam rumah.
Mak Komoh tinggal di sebuah gubuk kecil berukuran 2×3 meter, yang dibangun secara swadaya oleh warga sekitar, dengan menempati lahan milik orang lain. Untungnya, warga sekitar, terutama Ketua RT setempat, sangat peduli dengan kondisi Mak Komoh.
Bahkan ia rela merawat Mak Komoh layaknya keluarga sendiri. Namun, Ketua RT berharap ada bantuan dari organisasi atau lembaga yang dapat membantu memenuhi kebutuhan Mak Komoh, seperti pempers, sarung tangan, dan masker, untuk memaksimalkan perawatan.
Hingga kini, Mak Komoh tidak pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah. Hal ini membuat Iwan Restiawan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, merasa kesal dan menilai pemerintah telah abai terhadap kondisi warganya.
“Para pejabat di Kota Tasikmalaya sudah berbuat dzolim, membiarkan seorang perempuan renta yang sudah tidak berdaya, tanpa diberikan bantuan. Ingat semua ini akan dimintakan pertanggungjawaban kelak di akhirat,” kata Iwan dengan nada kesal.
Mendapati kondisi Mak Komoh yang sangat memprihatinkan, Iwan coba mengajak Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim SH untuk turut membantu salah satu warganya yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Pengurus Yayasan PNS, Ustad Agus Marwan menambahkan, pihaknya kembali mendapati seorang jompo yang hidup seorang diri, dalam kondisi menghadapi kesulitan yang teramat.
Beruntung, masih ada warga yang peduli terhadap kondisi Mak Komoh. Warga merawat Mak Komoh layaknya keluarga, tanpa merasa terbebani.
“Alhamdulillah, hari ini kami kembali menyalurkan bantuan beras dan uang tunai untuk warga miskin ekstrem di dua kecamatan, Bungursari dan Tawang. Terimakasih kepada Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim SH, yang sudah turut membantu. Mudah mudahan apa yang sudah diberikan menjadi amal jariyah bagi beliau,” ucap Ustad Agus.
Kisah Mak Komoh ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih peka dan memperhatikan terhadap kondisi warganya yang membutuhkan, terutama mereka yang tidak memiliki sanak saudara dan hidup dalam kondisi sulit.











