INILAHTASIK.COM | Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., menghadiri peringatan Milangkala ke-11 Manggala Garuda Putih (MGP) Kabupaten Tasikmalaya yang digelar dalam suasana meriah dan penuh makna.
Acara yang berlangsung di kawasan konservasi alam Tasikmalaya ini dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya dan Konservasi Alam bertema “Ngamumule Seni Budaya, Sareng Alamna”.
Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota dan masyarakat, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam melestarikan seni tradisi Sunda serta menjaga keseimbangan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Manggala Garuda Putih menegaskan dedikasinya terhadap alam dengan melaksanakan kegiatan penanaman 4.000 pohon aren (kawung) di berbagai wilayah Tasikmalaya. Langkah ini diharapkan menjadi simbol sinergi antara pelestarian budaya dan keberlanjutan ekologi daerah.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi semangat MGP yang tidak hanya menjaga warisan seni dan budaya Sunda, tetapi juga turut berperan aktif dalam pelestarian lingkungan. Menanam pohon adalah bentuk cinta pada bumi, sementara melestarikan budaya adalah bentuk cinta pada jati diri bangsa,” ujarnya, Minggu, 12 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Asep Sopari menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, gotong royong, serta kepedulian lingkungan.
“Pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk MGP, agar semangat pelestarian budaya dan alam ini menjadi gerakan bersama. Tasikmalaya harus menjadi contoh daerah yang beradab, berbudaya, dan berwawasan lingkungan,” tambahnya.
Dengan perpaduan antara seni, budaya, dan konservasi alam, peringatan Milangkala ke-11 MGP menjadi refleksi bahwa pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari akar kebudayaan masyarakat itu sendiri.











