Program Ohan Hafidz Diyakini Mampu Cetak Generasi Qurani

INILAHTASIK.COM | Program Ohan Hafidz yang digagas Pemerintah Kota Tasikmalaya terus menunjukkan progres positif. Meski masih berada pada tahap awal, semangat untuk mewujudkan satu hafiz Al-Qur’an di setiap kelurahan mendapat respons dan dukungan dari berbagai kalangan.

Dari 69 kelurahan yang ada, sebanyak 49 peserta telah memenuhi syarat awal untuk mengikuti angkatan pertama pembinaan. Capaian ini dinilai sebagai langkah awal yang menjanjikan, mengingat program tersebut baru mulai berjalan dan menerapkan standar seleksi yang cukup ketat.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan bukan karena program tersendat, melainkan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan.

“Program ini memang dirancang dengan sistem yang terukur. Evaluasi dilakukan agar metode pembinaan semakin efektif dan hasilnya maksimal. Sejauh ini berjalan sesuai rencana,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan. Karena itu, pemerintah memperkuat kapasitas 20 pembina agar proses bimbingan hafalan lebih sistematis dan terarah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Asep Dudi, menjelaskan bahwa persyaratan minimal hafalan lima juz merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas lulusan.

“Targetnya adalah 30 juz dalam satu tahun. Dengan modal awal lima juz, peserta memiliki fondasi yang kuat. Ini bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi memastikan kualitas hafalan benar-benar terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, kelurahan yang belum terwakili akan menjadi prioritas pada gelombang kedua yang dijadwalkan pertengahan tahun ini. Sosialisasi juga akan diperluas ke pesantren, DKM, dan rumah tahfiz untuk membuka peluang lebih besar bagi generasi muda yang memiliki potensi.

Di akhir program, para peserta akan menjalani ujian komprehensif sebelum diwisuda secara massal dan menerima syahadah sebagai bukti resmi telah menyelesaikan hafalan 30 juz.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai, Ohan Hafidz bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda yang Qurani. Dengan dukungan masyarakat dan komitmen pemerintah, target satu kelurahan satu hafiz diyakini bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Program ini pun dipandang sebagai langkah strategis memperkuat identitas religius Kota Tasikmalaya sekaligus melahirkan kader-kader penghafal Al-Qur’an yang dapat menjadi teladan di lingkungannya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *