INILAHTASIK.COM | Organisasi merupakan wadah atau sistem yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerja sama secara terstruktur dan terkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut KBBI, organisasi adalah kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian (orang) dalam suatu perkumpulan yang dibentuk untuk tujuan tertentu. Dengan demikian, organisasi pada dasarnya adalah sekumpulan individu yang memiliki tujuan yang sama.
Dalam lingkungan kampus, organisasi menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri di luar bidang akademik.
Melalui organisasi, mahasiswa dapat melatih berbagai keterampilan, seperti manajemen waktu, keberanian berbicara di depan umum, kemampuan membangun relasi, hingga memperluas koneksi dengan pihak luar.
Produktivitas sendiri dapat diartikan sebagai aktivitas bermakna yang memberikan nilai tambah bagi diri. Namun, terdapat pula istilah toxic productivity , yaitu dorongan berlebihan untuk terus produktif tanpa memperhatikan kesehatan fisik maupun mental, yang dapat berujung pada kelelahan, burnout , hingga kecenderungan menjadi workaholic .
Berkaitan dengan hal tersebut, saya memandang bahwa berorganisasi merupakan bentuk produktivitas yang sehat, bukan toxic productivity . Hal ini didasarkan pada pengalaman pribadi setelah terlibat dalam organisasi di kampus. Kehidupan saya menjadi lebih teratur, dan kebiasaan buruk perlahan mulai berkurang.
Sebelumnya, saya tidak memiliki perencanaan kegiatan yang jelas. Kini, saya terbiasa menyusun timeline aktivitas. Saya yang dahulu merasa canggung untuk menyapa orang lain, kini mulai terbiasa bersikap ramah.
Dari yang awalnya enggan berinteraksi, saya justru menjadi lebih terbuka dan menikmati proses berkomunikasi, baik dengan teman organisasi maupun di luar organisasi.
Selain itu, saya juga mulai berani berbicara, menyampaikan pendapat, serta belajar mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan diri saya.
Di sisi lain, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa berorganisasi hanya memberikan kelelahan tanpa manfaat yang sepadan. Bahkan, ada yang merasa ingin segera keluar jika diberi kesempatan.
Namun, pada akhirnya, hal ini kembali kepada masing-masing individu. Apa tujuan kita bergabung dalam organisasi? Apakah hanya sekadar mengikuti tren ( fear of missing out ), atau memang memiliki tujuan yang jelas untuk berkembang?
Selain tujuan, manajemen waktu juga memegang peranan penting. Organisasi dapat menjadi wadah yang produktif apabila dijalani dengan pengelolaan waktu yang baik, perencanaan yang terstruktur, serta niat yang jelas.
Sebaliknya, jika seseorang bergabung tanpa tujuan yang pasti, hanya demi terlihat aktif, dan tidak diimbangi dengan manajemen waktu yang baik, maka organisasi justru berpotensi menjadi sumber toxic productivity .
Sebagai penutup, organisasi pada dasarnya bersifat netral. Ia dapat menjadi wadah produktivitas yang positif maupun sebaliknya, tergantung pada bagaimana individu menjalaninya.
Dengan kata lain, bukan sistem organisasinya yang menentukan, melainkan sikap, tujuan, dan cara kita berproses di dalamnya.

Dewi Andiani
Mahasiswi UPI Kampus Tasikmalaya – Prodi PGSD
Staf Departemen PSDA LINTAR











