INILAHTASIK.COM | Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Priangan Timur, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, Melati Usman menyampaikan, bahwa upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan industri jasa keuangan.
Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur melalui berbagai kegiatan dan inisiatif untuk mendukung pelaksanaan Hari Indonesia Menabung (HIM), yang merupakan salah satu prioritas Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK) 2021-2025.
“Kita terus giatkan program HIM, kolaborasi seluruh stakeholder, dengan target para pelajar dan komunitas, sehingga peningkatan edukasi dan inklusi keuangan merata untuk semua kalangan di wilayah Priangan Timur,” jelas Melati, Selasa 12 Agustus 2025.
Kantor OJK Tasikmalaya bersama FKIJK Priangan Timur melaksanakan kegiatan edukasi pengenalan tugas dan fungsi OJK, produk, layanan lembaga jasa keuangan, pengelolaan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Sosialisasi Cerdas Kelola Keuangan Sejak Dini digelar bagi pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tasikmalaya, pada 5 Agustus 2025. Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Perlindungan Data Pribadi bagi pelajar SMAN 1 Singaparna, pada 6 Agustus 2025. Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Perlindungan Data Pribadi bagi siswa, guru, dan orang tua siswa SDN Mangkubumi 1, Kota Tasikmalaya, pada 9 Agustus 2025.
Melati menyebut, edukasi ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agen perubahan dalam kebiasaan menabung dan mampu memanfaatkan produk jasa keuangan secara optimal, sehingga terhindar dari jerat pinjaman online ilegal dan investasi bodong.
Ia menambahkan bahwa literasi keuangan yang baik merupakan investasi terbaik bagi generasi muda. Dengan memahami produk dan risiko keuangan, generasi muda dapat mengambil keputusan finansial yang tepat untuk masa depan, termasuk dalam perencanaan pendidikan, investasi, serta penggunaan teknologi keuangan secara bijak.
Pihaknya bersama FKIJK Priangan Timur menegaskan komitmen untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan edukasi ini menjadi bukti nyata upaya membangun ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
“Ke depan, OJK akan terus meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga masyarakat, terutama generasi muda, tidak hanya cerdas mengelola keuangan dan terlindungi dari praktik ilegal, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam memperkuat perekonomian daerah dan nasional,” pungkasnya.











