INILAHTASIK.COM – Inovasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan pendidikan terus berkembang. Hal itu salah satunya ditunjukkan mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil), Reno Triyono, melalui penyelenggaraan Gemini Unity Festival 2026.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unsil yang juga menjadi Google Student Ambassador (GSA) 2026 itu menggelar acara puncak festival di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Empowering Future Educators through AI Innovation: Bridging Culture, Education, and Digital Intelligence”. Lebih dari 120 peserta dari berbagai program studi dan perguruan tinggi mengikuti kegiatan tersebut, termasuk mahasiswa IPB University.
Nuansa teknologi dipadukan dengan budaya lokal sejak awal acara. Penyambutan tamu dilakukan melalui prosesi Mapag Tamu dengan adat Sunda, kemudian dilanjutkan pertunjukan Tari Payung Geulis khas Tasikmalaya.
Perwakilan Humas Protokol Unsil mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai mampu mempertemukan inovasi teknologi dengan kearifan lokal.
“Kami sangat bangga dan menyambut baik inisiatif luar biasa ini. Kolaborasi antara teknologi kecerdasan buatan dan kearifan lokal Sunda membuktikan bahwa mahasiswa Unsil mampu menjadi motor penggerak inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Festival tersebut sekaligus menjadi bagian dari capaian Reno sebagai GSA 2026. Dari sekitar 81 ribu pendaftar secara nasional, Reno berhasil masuk Top 500 Rising Star, kemudian Top 50 Achiever, hingga terpilih dalam 40 proposal terbaik nasional yang memperoleh pendanaan untuk direalisasikan.
Dalam sesi utama, Reno membahas perkembangan serta pemanfaatan Gemini dan Mode AI. Salah satu data yang disampaikan menunjukkan sekitar 32 persen penggunaan Gemini di Indonesia berkaitan dengan kebutuhan kreatif. Angka tersebut berada di atas rata-rata ASEAN yang disebut berada di kisaran 25 persen.
Pemanfaatan AI di Indonesia juga disebut semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Pengguna Gemini di Tanah Air dilaporkan menghasilkan sekitar 9 juta gambar AI setiap hari. Sebanyak 82 persen prompt atau instruksi juga disampaikan melalui perangkat smartphone.
Persoalan keamanan data menjadi salah satu topik yang menarik perhatian peserta. Seorang peserta mempertanyakan keamanan dokumen ketika dimasukkan ke dalam platform AI.
Reno menjelaskan penggunaan AI perlu memperhatikan ekosistem dan akun yang digunakan. Menurutnya, pemanfaatan layanan resmi melalui akun institusi, termasuk akun kampus, memiliki perlindungan privasi yang berbeda dan data institusi tidak digunakan untuk melatih model publik.
Tak hanya membahas penggunaan AI secara umum, festival tersebut juga mengangkat pemanfaatan AI untuk menunjang kegiatan akademik. Salah satunya membantu mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun karya tulis ilmiah.
Melalui fitur seperti Gemini Live, peserta diperkenalkan pada cara memanfaatkan AI untuk membantu proses penelitian, termasuk penerapan metode Single Subject Research (SSR). Teknologi tersebut diposisikan sebagai alat bantu untuk membuat proses kerja lebih terstruktur, bukan menggantikan kemampuan berpikir mahasiswa.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai fungsi Gemini dan NotebookLM untuk kebutuhan produktivitas. Mulai dari pengolahan foto dan video, pembuatan musik, pengembangan website, hingga pengelolaan berbagai referensi akademik.
Dalam kegiatan itu, NotebookLM turut mendapat perhatian karena dapat digunakan untuk mengolah berbagai sumber yang diberikan pengguna serta menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan masing-masing.
Pelaksanaan festival juga melibatkan UKM Korps Protokol Mahasiswa (KPM) Unsil. Selain sesi utama bersama Reno, peserta mendapatkan materi AI-Powered Academic Research (KTI Hacks) yang disampaikan Reza Febriana, S.Kom., M.Kom., serta materi Personal Branding & Public Speaking oleh Muhammad Habib Rabbani, S.Tr.I.Kom.
Sebelum acara puncak, panitia juga menggelar sejumlah kompetisi kreatif bagi mahasiswa. Berikut daftar pemenangnya:
Gemini Innovation Hackathon
- Juara 1: Prompt Engineers – IPB University
- Juara 2: Aalitan Cees – Universitas Siliwangi
- Juara 3: Learnova – Universitas Siliwangi
Infographic Competition
- Juara 1: Paiz Hidayatulloh – STMIK DCI Tasikmalaya
- Juara 2: Tiara Fitri Oktavia – Universitas Siliwangi
- Juara 3: Indri Maryani – Universitas Siliwangi
Reno berharap pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa tidak membuat kemampuan berpikir kritis justru melemah. Ia mendorong AI digunakan sebagai partner untuk berdiskusi, mencari ide, sekaligus mempercepat pekerjaan.
“Jangan mendegradasikan ketajaman berpikir dan cara kerja kita demi mengandalkan AI. Jadikan AI sebagai partner diskusi, pemantik ide, dan akselerator yang melipatgandakan produktivitas serta kreativitas orisinal kita,” kata Reno.
Melalui Gemini Unity Festival 2026, mahasiswa di Priangan Timur diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital. Di sisi lain, pemanfaatan AI juga diharapkan tetap berjalan seiring dengan budaya lokal dan prinsip penggunaan teknologi yang aman, bijak, kreatif, serta produktif.











