INILAHTASIK.COM | Wakil Ketua DPRD, H Hilman Wiranata, mengapresiasi inisiatif Lembaga Swadaya Masyarakat Peradaban Demokrasi Indonesia (LSM PADI), bahwa penanganan kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak cukup hanya dengan bantuan sosial instan, melainkan perlu program berkelanjutan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara permanen.
Hal itu disampaikan Hilman, saat menerima audiensi LSM PADI, di Ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat pekan lalu, 4 Juli 2025.
Menurutnya, inisiatif untuk melakukan inspeksi lapangan oleh LSM PADI, akan fokus pada validasi dan akurasi data penerima bantuan sosial.
Ia mengakui bahwa masalah klasik dalam penyaluran bantuan, kerap kali tidak tepat sasaran, dimana banyak penerima tidak memenuhi kriteria, sementara yang benar benar berhak untuk menerima bantuan justru terlewat, bahkan cenderung tidak tersentuh.
“Cukup ironi juga, masyarakat berpikir bahwa bantuan itu dianggap rezeki yang lewat begitu saja, sehingga tidak ada rasa tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Hilman menduga, lemahnya akurasi data penerima bantuan sosial disebabkan oleh sistem pendataan yang belum optimal. Sehingga banyak bantuan diterima oleh bukan haknya.
Ia berharap kedepan, Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat mengembangkan kebijakan berbasis kearifan lokal, seperti program sekolah rakyat atau pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, sebagai solusi jangka panjang.
“Disinilah pemerintah daerah harus hadir dan solutif,” pungkasnya.











