Viral Penipuan Minyak Curah di Tasikmalaya, Seorang Perempuan Marah dan Lempar Barang ke Mobil 

INILAHTASIK.COM | Sebuah video memperlihatkan seorang perempuan marah marah sambil melemparkan satu kantong plastik berisi minyak curah ke arah sebuah mobil bok warna hitam viral di media sosial.  

Sambil berjalan menuju ke arah mobil si perempuan berbaju daster batik terdengar berbicara penuh emosi. “biar tau rasa, lu, penipu sialan” ucapnya. 

Dalam video tersebut terlihat juga ada beberapa orang anak muda berkaos hitam. Selain itu, terdengar juga teriakan seorang pria dengan nada penuh emosi yang mengaku sudah tertipu oleh orang yang berada disekitar itu. 

“Aing ngeusi genep puluh kur aya opat puluh. Kunaon sia nipu a…ng,” kata seorang pria dengan nada penuh emosi. 

Situasi nyaris memanas, namun beberapa orang yang duga telah berbuat curang tak bereaksi sama sekali. Ketika di telusuri kejadian tersebut terjadi di Kampung Kadupandak Desa Serang Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.

Abah Iyus, sang pemilik warung yang ada dalam video mengatakan bahwa kejadian tersebur terjadi pada hari Jumat lalu, 22 Agustus 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.

“Awalnya baik baik saja pak. Kurang lebih sudah empat bulanan saya berlangganan sama dia, setiap dua hari sekali ngrim barang terutama minyak curah, timbanganya tidak pernah kurang” tutur Iyus, kepada wartawan, Rabu 27 Agustus 2025.

Selama empat bulan pengiriman, Iyus mengaku tak menaruh curiga jika mereka berbuat curang, karena dalam setiap pengiriman barang tidak pernah mengurangi timbangan. 

“Tapi pada hari Jumat sore itu, dia ngirim barang, kebetulan ada sales yang lain ke warung, si sales itu ngomong ke saya. Pak hati hati katanya mereka sering mengurangi timbangan, coba di cek kiloan. Ketika saya cek ternyata benar. Dari 60 kilogram tersebut hanya ada 40 kilo saja,” terang Iyus. 

Sontak hal itu memicu situasi kian memanas. Saat diminta pertanggung jawaban, komplotan penjual minyak tersebut akhirnya mengakui perbuatannya dan mengganti sisa minyak yang dikurangi.

Meski mengaku tak menaruh curiga kepada para pelaku, Iyus mendapati gelagat mencurigakan dari ketiganya. Setiap mereka datang, yang satu bertugas menurunkan jerigen berisi 20 kilogram minyak. Kemudian yang satu mencurahkan ke wadah punya miliknya, sementara yang satu lagi seperti memantau situasi. 

“Jadi kalau saya dan istri melihat ke arah mereka, yang satu orang itu langsung berupaya mengalihkan pandangan, tiba tiba pesen apa saja. Misalkan bu tolong pesen kopi atau roko, dan kalau sudah di pesan pun jarang di minum juga. Kalau sudah beres pesanan minyak dibayar, mereka langsung bergegas cepat cepat pergi,” jelas Iyus. 

Ketika ditanya identitas para pelaku, Iyus mengaku tidak tahu, sebab ketika menanyakan identitas kepada ketiganya, mereka tidak pernah mau mengungkapkan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *