Opini  

Kuliah dan Organisasi, Ikhtiar Menjemput Takdir sebagai Khalifah yang Berdampak

INILAHTASIK.COM – Kampus adalah ruang belajar bagi mahasiswa, kuliah sering kali hanya dianggap sebagai jembatan menuju peraihan ijazah. Hadir, duduk, mendengarkan dosen, mengerjakan tugas, dan harapan setiap semesternya adalah mendapatkan nilai IPK yang memuaskan.

Namun, jika kita melihat lebih dalam pada realitas dunia, kampus sebenarnya adalah tempat kita berjihad, untuk menapa dan memantaskan diri sebagai agen perubahan di masa depan.

Apakah kita cukup hanya menjadi seorang mahasiswa di atas kertas, atau kita perlu menjadi mahasiswa yang juga hidup di tengah hiruk-pikuk gedebag-gedebugnya organisasi?

Kuliah adalah amanah orang tua dan ibadah intelektual untuk mencerdaskan sebagimana dalam undang-undang. Secara religius, menuntut ilmu adalah kewajiban “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim (HR. Ibnu Majah, no 224).

Setiap bab yang kita pelajari di kelas, setiap rumus dan sistem yang kita pecahkan, dan setiap lembar tugas yang kita selesaikan adalah bentuk amanah kepada orang tua yang telah berjuang keras serta bentuk rasa syukur atas akal yang Tuhan titipkan.

Dalam perspektif dunia pendidikan, IPK memang bukan penentu nasib, tapi ia adalah pintu utama. Mengabaikan kuliah demi organisasi dengan alasan “IPK” tidak menjadi kesuksesan penuh adalah bentuk kelalaian terhadap amanah.

Menjadi mahasiswa yang cerdas secara akademik adalah bentuk profesionalisme sebagai jati diri manusia yang ingin berdampak positif. Namun organisasi juga perlu diperhatikan bukan sekedar mengejar angka IPK di perkuliahan.

Organisasi menjadi jembatan keterampilan yang strategis, ilmu tanpa pengabdian adalah pohon tanpa buah. Disinilah organisasi tumbuh dan mengambil peran.

Jika kuliah mengisi otak kita dengan teori, maka organisasi mengisi jiwa kita dengan sofkskill yang melimpah.

Di organisasi, kita banyak belajar menjadi pribadi yang ingin berdampak terutama di masyarakat. Cara memimpin, meningkatkan problem solving, team work dan manajemen waktu.

Rasulullah SAW juga bersabda “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Lalu apa kaitannya dengan organisasi?. Organisasi adalah laboratorium untuk melatih saraf-saraf kebermanfaatan itu.

Maka pada akhirnya, menjadi mahasiswa yang Syamil (utuh) kuliah dan organisasi bukanlah dua yang harus dipertentangkan. Tapi dua sayap yang kita butuhkan sebagai mahasiswa untuk terbang.

Oleh: Resi Resviani

Mahasiswi UPI Kampus Tasikmalaya – Prodi PGPAUD 

Ketua Pengurus LINTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *