Opini  

Organisasi Itu Keluarga, Bukan Beban

INILAHTASIK.COM | Ada yang bilang organisasi itu melelahkan. Dan jujur, itu benar. Program kerja yang menumpuk, rapat yang tak kenal waktu, dan tanggung jawab yang rasanya tak ada habisnya untuk berhenti.

Tapi kalau boleh jujur juga, semua itu tidak pernah benar-benar terasa berat, kalau dijalani bersama orang-orang yang tepat.

Bagi saya, organisasi bukan sekadar wadah berkegiatan. Akan tetapi, Organisasi adalah keluarga. Tempat saya tumbuh, tempat menyalurkan bakat, tempat wadah Aspirasi dan tentunya Tempat untuk pulang ketika dunia kampus sedang tidak baik baik saja.

Di sinilah saya belajar hal-hal yang tidak diajarkan di ruang kelas, yaitu, bagaimana tetap berdiri ketika tekanan datang bertubi-tubi, dan bagaimana kepala yang penuh masalah bisa tiba-tiba terasa ringan hanya karena berkumpul bersama rekan rekan organisasi.

Banyak orang mengurungkan niatnya bergabung organisasi karena overthinking duluan. “Nanti waktunya habis,” “nanti IPK turun,” “nanti kelelahan.” Padahal ketakutan itu sering kali jauh lebih besar dari kenyataannya.

Ada prinsip yang diajarkan Bapak Pembina kami, Bapak M. Rijal Wahid muharom dan sejak pertama kali mendengarnya, prinsip itu terus melekat sampai saat ini 🙂 Hadapi, Hayati, Nikmati.

Hadapi ; yakni jangan lari dari sebuah tantangan yang datang. Program kerja berantakan, koordinasi macet, ego anggota yang saling beradu, semua itu bukan alasan untuk mundur, melainkan undangan untuk saya bertumbuh.

Hayati ; yakni resapi setiap prosesnya. Bukan hanya hasilnya. Karena justru di balik rapat malam yang panjang dan tenggat waktu yang mepet, ada pelajaran yang tidak akan saya temukan di tempat lain.

Nikmati ; ya, nikmati. Tawa di sela rapat, canda setelah acara selesai, rasa bangga saat program berjalan meski sempat membuat kepala oleng. Semua itu adalah bagian dari perjalanan yang kelak akan saya rindukan.

Ketika ketiga hal itu dijalankan, ada rasa lega yang susah dijelaskan dengan kata-kata. Otak yang tadinya kusut jadi jernih. Hati yang tadinya penuh, jadi lapang.

Satu hal lagi yang sering terlupakan di tengah kesibukan berorganisasi dan perkuliahan adalah adanya doa orang tua.

Sekeras apapun kita bekerja, Serumit apapun hal yang sudah kita lalui bersama tim, dan sekuat apapun tim kita, ada kekuatan yang jauh lebih besar yang menopang langkah kita dari rumah.

Karena pada akhirnya, organisasi mengajarkan kita untuk tumbuh. Tapi doa orang tua yang menjaga kita agar tidak tumbang.

Oleh: Neli Siti Nuraisyah
Mahasiswi UPI Kampus Tasikmalaya – Prodi PGPAUD

Wakil Ketua Pengurus LINTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *