INILAHTASIK.COM | Keputusan tidak diberangkatkannya cabang olahraga bola voli ke ajang Porprov Jawa Barat 2026 menuai sorotan tajam. Padahal, tim voli putri Kota Tasikmalaya telah memastikan diri lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov dengan capaian membanggakan.
Ketua Umum PBVSI Kota Tasikmalaya, H. Oman Rohman, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap KONI Kota Tasikmalaya yang dinilai tidak memberikan dukungan anggaran bagi tim yang telah berjuang keras tersebut.
“Kalau memang alasannya tidak ada anggaran, kenapa hanya bola voli saja yang tidak diberangkatkan? Kalau mau adil, sekalian saja semua cabang olahraga tidak usah diberangkatkan. Jangan pilih kasih,” tegas Oman, saat ditemui disela pembinaan atlet, Sabtu 2 Mei 2026.
Menurutnya, keberhasilan tim voli putri lolos BK Porprov merupakan pencapaian langka. Ia menyebut, selama 25 tahun terakhir, cabang bola voli Kota Tasikmalaya tidak pernah menembus tahap tersebut.
“Ini bisa dibilang sejarah. Setelah puluhan tahun, akhirnya bisa lolos. Tapi justru saat peluang terbuka, malah tidak diberangkatkan. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.
Oman juga menyoroti keseriusan pembinaan yang telah dilakukan. Latihan digelar hingga lima kali dalam sepekan, dengan melibatkan pelatih nasional serta pendamping dari daerah. Bahkan, sebagian atlet telah menjalani karantina sebagai bagian dari persiapan menuju Porda.
Total terdapat 18 atlet putri dan 18 atlet putra yang dipersiapkan. Namun, tanpa kejelasan pemberangkatan hingga batas waktu yang semakin dekat, ancaman sanksi pun membayangi.
“Kalau sampai tidak ikut Porda, konsekuensinya berat. Tim yang sudah lolos BK tapi tidak tampil bisa tidak diikutsertakan lagi di BK Porprov berikutnya. Ini merugikan masa depan atlet,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan anggaran untuk keberangkatan tim voli diperkirakan sekitar Rp 200 juta. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk meminta kejelasan atas persoalan tersebut.
Kekecewaan serupa juga dirasakan para atlet. Kapten tim voli putri, Sarah, mengaku terpukul dengan keputusan yang dinilai mendadak itu.
“Persiapan kami sudah maksimal untuk menghadapi ajang ini. Tiba-tiba semua usaha itu seperti dipatahkan begitu saja,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan atlet lainnya, Mutia Lani. Ia menilai perjuangan tim selama ini seolah tidak dihargai.
“Kami sangat kecewa. Kami sudah berlatih keras sampai bisa lolos BK Porprov. Tinggal selangkah lagi menuju Porda, tapi harus berhenti di sini,” katanya.
Di tengah polemik ini, pembinaan atlet disebut tetap berjalan seperti biasa. Namun tanpa kepastian keberangkatan, semangat juang yang telah dibangun berisiko runtuh oleh keputusan administratif yang belum menemui titik terang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Diky Candra Negara tampak kaget saat mengetahui tim voli putri Kota Tasikmalaya tidak diberangkatkan pada ajang Porprov ke XV Jawa Barat.
“Tim voli tidak berangkat? Saya tidak tahu,” ucap Diky saat diminta tanggapan usai menghadiri pembukaan kejuaraan Taekwondo tingkat Nasional di Gor Sukapura Dadaha, Sabtu 2 Mei 2026.
Disinggung jika cabor berangkat secara mandiri, Diky tak menampik hal itu. “Harus dibicarakan dulu dengan KONI dan Disporabubpar. Jika memang sanggup kenapa tidak,” ujarnya.
“Hampir seluruh Indonesia imbas efisiensi anggaran, tinggal kita menjaga komunikasi dan strategi agar semuanya bisa berjalan tanpa harus menyakiti,” tambah Diky.











