Datang Bergerombol, Peminta Sumbangan Agustusan Resahkan Pedagang Pasar Singaparna Tasikmalaya 

INILAHTASIK.COM | Dalam dua pekan terakhir, para pedagang pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, di buat resah dengan maraknya para peminta sumbangan berdalih untuk kegiatan agustusan. Para peminta sumbangan biasanya mendatangi toko toko di pasar tradisional tersebut setiap hari secara bergerombol. 

“Hari ini saja, baru jam 10 sudah ada 4 rombongan yang datang,” ucap seorang pelayan Toko Mas yang berada di komplek Pasar Singaparna, saat di temui Jumat 15 Agustus 2025. 

Rombongan para peminta sumbangan tersebut, kata Sarif, biasanya mendatangi setiap toko sambil membawa map dan meminta sumbangan dengan dalih buat kegiatan agustusan. 

Sekalipun dalam meminta sumbangan mereka tidak memaksa, namun kehadiran para peminta sumbangan tersebut terkadang membuat para pelayan toko merasa terganggu. 

Para pedagang meminta pihak berwajib untuk menertibkan para peminta sumbangan agustusan, terlebih hal tersebut masuk pada kategorj pungli yang di larang pemerintah. 

“Memang tidak ada yang sampai memaksa, cuma kedatangan mereka yang dalam sehari bisa datang 5 sampai 7 rombongan jelas sangat mengganggu, apalagi kalau lagi melayani konsumen. Kami khawatir jika momen agustus hanya dijadikan modus untuk mencari uang melalui alasan sumbangan. Sementara yang namanya pungutan itu kan dilarang,” kata dia. 

Saat ditanya para peminta sumbangan tersebut berasal darimana, tak ada satu pun pedagang pasar yang mengetahuinya. “Kalau pengakuanya mah dari warga sekitar Singaparna, tapi secara pastinya kami tidak tahu, karena dari setiap rombongan yang datang, tidak ada yang di kenali,” ucap para pedagang. 

Sementara itu, salah satu pemilik Toko Mas di komplek Pasar Singaparna, H Didin mengatakan, bahwa gerombolan para peminta sumbangan agustusan tersebut, kemungkinan bukan dari warga sekitar Singaparna. 

“Kemungkin bukan warga asli Singaparna. Saya sebagai pengurus RT di wilayah ini, setiap ada kegiatan seperti agustusan, tidak pernah ada kebijakan untuk meminta sumbangan ke pasar, sekalipun ada kegiatan yang memerlukan biaya, biasanya di tanggung warga melalui iuran,” terangnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *