Nama Kadinkes dan Kabid Dinkes Kab. Tasikmalaya Dicatut Penipu, Masyarakat Diminta Waspada

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Tempat Usaha, H. Epi Edwar Lutfi, yang namanya turut dicatut pelaku penipuan.

INILAHTASIK.COM | Aksi penipuan mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai meresahkan. Dalam sepekan terakhir, nama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr. H. Aa Ahmad Nurdin MM, MH, serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Tempat Usaha, H. Epi Edwar Lutfi, dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meminta sejumlah uang kepada sejumlah pihak melalui pesan WhatsApp.

Modus yang digunakan pelaku terbilang sederhana. Pelaku menghubungi calon korban menggunakan nomor telepon yang tidak dikenal, kemudian mengaku sebagai pejabat Dinas Kesehatan dan meminta agar sejumlah uang segera ditransfer.

Kasus pertama menimpa Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya sekitar sepekan lalu. Saat itu, salah seorang kepala puskesmas menerima pesan WhatsApp mengatasnamakan dr. Aa Ahmad Nurdin dan berisi permintaan pengiriman uang.

Mengetahui namanya digunakan oleh pelaku penipuan, Aa Ahmad Nurdin mengaku terkejut karena dirinya tidak pernah meminta bantuan keuangan kepada siapa pun.

“Saya tidak pernah meminta mentransfer uang kepada siapa pun. Makanya ketika banyak rekan-rekan menanyakan hal tersebut kepada saya, saya sangat kaget karena memang tidak pernah merasa meminta uang,” ujar Aa.

Menurutnya, nomor telepon yang digunakan pelaku selalu berubah-ubah dan setelah ditelusuri tidak memiliki identitas yang jelas. Untuk mencegah jatuhnya korban, pihaknya segera menyebarkan klarifikasi kepada rekan kerja dan mitra di lingkungan kesehatan agar mengabaikan segala bentuk permintaan yang mengatasnamakan dirinya maupun Dinas Kesehatan.

Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan terkait kerugian materi akibat aksi tersebut.

Alhamdulillah tidak ada yang sampai melakukan pengiriman uang, karena rekan-rekan kami cukup memahami bahwa itu merupakan modus penipuan,” katanya, kepada wartawan, Jumat 29 Mei 2026.

Namun demikian, ia mengaku tidak nyaman dengan pencatutan nama yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Belum lama kasus pertama mereda, modus serupa kembali terjadi pada Kamis (28/5/2026) malam. Kali ini korbannya adalah Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Tempat Usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, H. Epi Edwar Lutfi.

Pelaku kembali menggunakan pesan WhatsApp dan meminta sejumlah uang kepada beberapa orang dengan mencatut nama Epi Edwar Lutfi.

“Pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, kami mendapat telepon dari beberapa rekan yang menanyakan terkait permintaan uang atas nama saya. Padahal saya tidak pernah meminta kepada siapa pun untuk mengirimkan uang,” ujar Epi, Jumat 29 Mei 2026.

Ia mengaku heran sekaligus prihatin karena namanya dimanfaatkan untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Meski tidak ada korban yang mengalami kerugian finansial, pencatutan identitas tersebut dinilai telah mencemarkan nama baiknya.

Menyadari adanya upaya penipuan, Epi langsung mengambil langkah cepat dengan menyampaikan klarifikasi melalui status WhatsApp pribadinya. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dan rekan kerja tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan dirinya.

Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya para tenaga kesehatan dan mitra kerja, untuk lebih berhati-hati terhadap segala bentuk permintaan uang melalui pesan singkat atau aplikasi perpesanan yang mengatasnamakan pejabat maupun instansi pemerintah.

Masyarakat juga diminta melakukan konfirmasi langsung kepada pihak terkait apabila menerima pesan mencurigakan, guna menghindari potensi penipuan dan penyalahgunaan identitas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *