INILAHTASIK.COM | Yayasan Padi Nusantara Sejahtera (YPNS) terus bergerak menebar kebaikan. Kali ini giliran Mak Enok (77), seorang lansia warga RT 004 RW 005, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya yang menerima bantuan dari Yayasan Padi.
Mak Enok tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama cucunya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus keliling kampung menjajakan bakpau dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Meski usia senja dan hidup penuh keterbatasan, Mak Enok tetap berusaha bertahan demi cucunya.
Di balik perjuangannya, Mak Enok tidak pernah menikmati bantuan dari pemerintah. Kondisi ini seakan menegaskan, bahwa masih banyak masyarakat kecil yang luput dari perhatian, meski program bantuan sosial dan perlindungan warga miskin terus digembar-gemborkan pemerintah.
“Kami berusaha hadir di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bantuan ini mungkin tak seberapa, tapi kami ingin memastikan bahwa masih ada yang peduli kepada orang-orang seperti Mak Enok yang selama ini terabaikan,” ujar Iwan Restiawan, Pembina Yayasan PNS, usai menyerahkan bantuan, Rabu 10 September 2025.
Kisah Mak Enok hanyalah satu dari sekian banyak potret warga miskin di Kota Tasikmalaya yang hidup dalam keterbatasan tanpa uluran tangan pemerintah.
“Seharusnya negara hadir lebih nyata. Bagaimana mungkin seorang nenek berusia 77 tahun masih harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara hak-hak dasar warga miskin seperti bantuan sosial dan kesehatan layak belum dirasakan,” tegas Iwan.
Aksi sosial Yayasan PNS bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi sebagai pengingat bagi pemerintah agar lebih serius memperhatikan rakyat kecil. Karena di balik data dan angka yang disajikan dalam laporan resmi, masih banyak warga yang berjuang melawan kerasnya hidup, tanpa bantuan pemerintah.











