INILAHTASIK.COM | Suasana berbeda tampak dalam kegiatan santunan anak yatim yang digelar Yayasan Padi Nusantara Sejahtera. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga sarana menanamkan nilai pendidikan dan kebangsaan kepada anak-anak.
Kegiatan diawali dengan pengajian bersama yang berlangsung khidmat. Anak-anak duduk rapi sambil melantunkan doa. Namun, selepas itu, suasana berubah menjadi lebih hidup dan penuh semangat.
Satu per satu anak yatim diminta tampil ke depan. Dengan penuh keberanian, mereka membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945, melafalkan Pancasila, hingga menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Meski beberapa terlihat gugup, semangat dan usaha mereka justru mengundang rasa haru dari para peserta yang hadir.
Sebagai bentuk apresiasi, yayasan memberikan hadiah berupa perlengkapan sekolah seperti alat tulis bagi anak-anak yang berani tampil. Keceriaan pun terpancar dari wajah mereka saat menerima hadiah.
Pembina Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Iwan Restiawan, menuturkan bahwa konsep kegiatan kali ini sengaja dirancang berbeda untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna.
“Kami ingin peringatan Hari Pendidikan Nasional ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga memberi dampak nyata bagi anak-anak. Mereka kami dorong untuk berani tampil, percaya diri, sekaligus mengenal nilai-nilai dasar bangsa,” ujar Iwan, disela kegiatan, Jumat 1 Mei 2026.
Ia menegaskan, pendidikan tidak semata-mata diperoleh di bangku sekolah, melainkan juga melalui pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
“Lewat kegiatan sederhana ini, kami berharap anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi serta tumbuh dengan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” tambahnya.
Meski dikemas lebih edukatif, kegiatan santunan rutin tetap menjadi bagian utama. Bantuan uang tunai tetap disalurkan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian yang secara konsisten dilakukan setiap pekan.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, kebahagiaan bisa hadir dari hal-hal sederhana. Tidak hanya menerima bantuan, anak-anak juga mendapatkan motivasi baru untuk terus belajar, berani bermimpi, dan menatap masa depan dengan optimisme.











