SPPG Panglayungan Pastikan Kebutuhan Gizi Anak di Kec. Cipedes Terpenuhi Sesuai StandarĀ 

INILAHTASIK.COM | Ahli Gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panglayungan, Zulfah Robiatul Adawiyah S.Gz, memastikan kebutuhan gizi anak penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpenuhi sesuai standar. 

Hal itu disampaikan Zulfah, disela launching SPPG Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis 17 Juli 2025.

Ia menyebut, menu yang disajikan untuk 3.688 peserta didik di Kecamatan Cipedes telah memenuhi 40 persen kebutuhan gizi harian siswa, sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dalam setiap menu, komposisinya harus mengandung protein hewani, protein nabati, karbohidrat, sayur dan buah agar kebutuhan dasar gizi anak tercukupi,” jelasnya. 

Peran Sentral Akunting 

Pengelolaan SPPG tidak akan berjalan sesuai harapan jika kerjasama tim tidak terbangun dengan baik. Salah satu kunci program MBG dapat berjalan konsisten di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi adanya peran seorang akunting. 

Akunting berperan penting dalam mengatur alur program MBG berjalan dengan baik. Mulai dari pembuatan proposal usulan pencairan, hingga mengatur rencana anggaran belanja. 

Akunting SPPG Panglayungan, Masdalomita Purwati A.k menjelaskan peran seorang akunting di SPPG. Mulai dari membuat proposal pengajuan dana kepada BGN, kemudian mensortir sekolah penerima manfaat, jumlah siswa, dan kerjasama dengan Aslap.

“Setelah dana cair, kami membuat RAB, jumlah porsi, harga perporsi, biaya sewa dan operasional,” jelasnya. 

Pengawasan Eksternal 

PIC atau Person In Charge SPPG adalah orang yang ditunjuk untuk mengelola dan memastikan kelancaran operasional SPPG, mulai dari produksi, hingga penyaluran makanan bergizi kepada penerima manfaat, seperti di SPPG Pangalayungan. 

PIC SPPG Panglayungan, Zafira Maria Ulfa, mengatakan tugasnya hanya melakukan pengawasan eksternal di yayasan kaitan dengan managemen pengelolaan dapur, pun dalam hal pengambilan keputusan, kepala dapur bisa koordinasi dengan PIC. 

“Intinya PIC melakukan pengawasan management dan operasional dapur. Jadi saya tinggal koodirnasi dengan kepala dapur,” ujarnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *