Opini  

Aksi bagi relasi, pandangan remaja tentang literasi

INILAHTASIK.COM | Pada setiap selempang yang tersampir pada pundak bukan hanya tentang gaya dan juga tanda, melainkan juga tentang sebuah tanggung jawab yang di tanggung selama mata masih berkedip.

Menjadi seorang siswa yang masih mencari jalan, saya selalu mempertanyakan tentang peran saya di masyarakat, tentang kontribusi saya pada masyarakat, tentang manfaat saya bagi lingkungan di sekitar saya.

Dan Ketika saya mulai mencoba berani untuk memulai, masuk lebih dalam terhadap hobi yang saya jalani selama bertahun-tahun, saya sadar bahwa ternyata saya belum menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Duta baca ternyata menyadarkan saya bahwa masyarakat di sekeliling saya masih minim dalam literasi dalam seluruh aspek , lahir dari keluarga petani saya sadar bahwa literasi tidak hanya tentang membaca buku, dan kebutuhan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan.

Karena nyatanya yang membutuhkan literasi adalah semua orang, semua kalangan. Baik petani yang membutuhkan pengetahuan tentang cara bercocok tanam, Peternak yang membutuhkan pengetahuan tentang hewan yang mereka pelihara, bahkan seorang pengemudi yang harus mengetahui cara membaca rambu jalan.

Itu adalah sebuah representasi nyata bahwa literasi bukan hanya untuk generasi muda tetapi juga paruh baya itu yang menginginkan pengetahuan sesungguhnya.

Maka ketika saya membaca sebuah buku karya Tan Malaka yang berbicara

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali”

Dari sanalah saya sadar bahwa sudah sepantasnya saya terjun lebih dalam untuk memperbaiki kualitas literasi yang masih kurang untuk sekeliling saya.

Dengan menjadi duta baca kabupaten Tasikmalaya saya sadar sudah sebaiknya tidak hanya kata yang keluar dari mulut tetapi tindakan nyata yang berbicara saat ini.

Karena nyatanya imam Hasan Al-Bashri pernah menasihati, “Nilailah orang dengan amal perbuatannya, jangan dengan ucapannya.”

Maka jawaban dari pertanyaan saya tentang mengapa saya belum bermanfaat bagi orang lain adalah dengan menjadi bagian dari duta baca kabupaten Tasikmalaya, dengan sebuah harapan untuk bisa membuat perubahan dan juga kemajuan.

Oleh: Resti Nur Aisah – Kecamatan Taraju

Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *